Senin, 14 Mei 2012

Di TTS, Usai Konsumsi Daging Sapi Satu Meninggal, 21 Dirawat





KBRN NTT -Kejadian luar biasa (KLB) kembali terjadi di kabupaten TTS. Kali ini terjadi di Desa Tobu, Kecamatan Tobu, dimana 22 warga setempat menjadi korban setelah mengonsumsi daging sapi yang mereka makan sebelumnya.
Dari 22 orang itu, salah satunya meninggal dunia akibat diare yang dideritanya setelah memakan daging sapi itu. Satu warga yang meninggal itu bernama Debrina Tafui, perempuan berusia sembilan tahun. Sementara 21 orang lainnya hingga saat ini masih menjalani perawatan oleh tim medis.
Peristiwa tersebut terjadi Selasa (8/5) lalu, dimana hingga Sabtu (12/5) mereka yang terserang diare masih menjalani perawatan di posko medis yang dibangun di desa itu.
Kasus ini berawal ketika warga desa tersebut memotong seekor sapi dan membaginya untuk dikonsumsi bersama. Namun usai dikonsumsi, 22 orang diantaranya diserang diare sekira pukul 20:00 Wita. Dan, satu orang, Debrina Tafui (9) akhirnya meninggal sekira pukul 23:00 Wita sebelum mendapat pertolongan medis.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten TTS yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Dinkes, Tian Fallo membenarkan kasus tersebut. Tian yang didampingi Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan, Berince Yalla menjelaskan, petugas medis dari Puskesmas Kapan dan puskesmas Fatumnutu yang mendapatkan laporan langsung memberikan pertolongan sekaligus membuka posko pelayanan.
"Waktu petugas turun ke lokasi, satu orang sudah meninggal. Dan, petugas kemudian melayani sedikitnya 44 orang. Namun hanya 21 orang yang dinyatakan menderita diare ditambah satu orang yang meninggal sehingga semuanya berjumlah 22 orang. Jadi 21 orang itu ditangani secara medis, namun hanya tiga orang yang masih dirawat hingga Sabtu (12/5)," jelas Tian.
Ditanya terkait dugaan penyebab diare, Tian menjelaskan, dari hasil wawancara dengan pasien, ke-22 orang tersebut menderita diare karena mengonsumsi daging sapi. Namun, ditambahkan, diare lebih disebabkan karena pengolahan dagingnya diduga tidak benar.
"Yang makan daging itu lebih dari 22 orang dalam waktu yang hampir bersamaan. Tapi yang kena diare itu hanya 22 orang, sehingga kami simpulkan sementara bahwa mereka konsumsi daging yang tidak diolah dengan baik. Dan, dari 22 orang itu, sebagian besar masih anak-anak, dari usia satu sampai 14 tahun," tambahnya.
Belajar dari kejadian tersebut, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk mendatangi tempat pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami kasus serupa. "Kita minta supaya masyarakat segera ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan sebelum satu kali 24 jam. Kasus diare ini masuk KLB karena dalam waktu kurang dari 24 jam, penderita mencapai 22 orang, bahkan satu orang meninggal," imbuhnya.

LAPORAN : TIM KBRN TTS MEWARTAKAN 
EDITOR     : LUSIANA 







Tidak ada komentar: